Showing posts with label Khas. Show all posts
Showing posts with label Khas. Show all posts

Saturday, December 17, 2011

Mandau, Senjata Khas Dayak sebagai Simbol Kehormatan dan Jatidiri


'Mandau' Karya Agung Suku Dayak
Suku Dayak merupakan suku asli Kalimantan, salah satu senjata tradisional suku Dayak adalah Mandau. Mandau adalah senjata tajam sejenis parang. Berbeda dengan parang, mandau memiliki ukiran-ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau. Mandau dipercayai memiliki tingkat-tingkat keampuhan atau kesaktian. Kekuatan saktinya itu tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melalui ritual-ritual tertentu, tetapi juga dalam tradisi Ngayau (pemenggalan kepala lawan). 

Ketika itu (sebelum abad ke-20) semakin banyak orang yang berhasil di-kayau, maka mandau yang digunakannya semakin sakti. Biasanya sebagian rambutnya digunakan untuk menghias gagangnya. Namun, saat ini fungsi mandau sudah berubah, yaitu sebagai benda seni dan budaya, cinderamata, barang koleksi.

Thursday, December 15, 2011

Berani Coba Makanan Khas Papua 'Ulat Sagu'?

Ulat sagu
Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau, budayanya pun beragam-ragam. Kita sebagai anak bangsa wajib mengetahui dan memahami keberagaman tersebut, semuanya diperlukan untuk memperat persatuan dan kesatuan bangsa.

Seperti Papua, selain mempunyai tarian tradisional yang menarik dan indah, alat musik tradisional yang memukau, Papua juga memiliki kekhasan makanan, sebut saja jenis makanan khas yang satu ini yaitu ulat sagu. Ulat ini hidup di batang sagu yang telah busuk. Ulat ini dimakan dengan cara dibakar atau dibuat sambal ulat sagu yang pedas dan asam menyegarkan. Tapi ulat sagu dapat juga dimakan mentah atau hidup-hidup. Ulat sagu bentuknya sangat lucu, badannya gendut berwarna putih, sedangkan kepalanya berwarna coklat tua. Kalau berjalan ia terlihat seperti sedang menari perut. Berani mencoba?

Seni Budaya Papua, Perkaya Budaya Nasional

Kerajinan Noken Papua
Provinsi Papua yang terletak di ujung timur negara Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang unik dan menarik yang memperkaya budaya nusantara Indonesia seperti alat musik tradisionalnya, Tarian Tradisional dan kesenian lainnya yang terdapat di Papua.

Alat Musik Tradisional Papua
Ada Salah satu nama alat musik tradisional yang paling terkenal yang berasal dari Papua yaitu Tifa. Alat musik Tifa merupakan alat musik tradisional yang berasal dari daerah maluku serta papua. Bentuknya alat musik Tifa mirip gendang dan cara memainkannya Tifa adalah dengan cara dipukul. Alat musik Tifa terbuat dari bahan sebatang kayu yang isinya sudah dikosongkan serta pada salah satu ujungnya ditutup dengan menggunakan kulit hewan rusa yang terlebih dulu dikeringkan. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. Alat musik ini sering di mainkan sebagai istrumen musik tradisional dan sering juga dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional, seperti Tarian perang, Tarian tradisional asmat,dan Tarian gatsi.

Urut Kegiatan Ritual Tabot


Tabot Tebuang 2011
       1)      Mengambik tanah (mengambil tanah)
Tanah yang diambil harus mengandung unsur-unsur magis oleh karena itu harus diambil dari tempat keramat. Di Bengkulu, hanya ada dua tempat yang dianggap keramat yaitu di Keramat Tapak Padri yang terletak di tepi laut tidak jauh dari Benteng Marlborough di sudut kanan Pelabuhan Laut Bengkulu dan Keramat Anggut yang terletak di pemakaman umum Pasar Tebek dekat Tugu Hamilton, tidak jauh dari Pantai Nala. Upacara ini berlangsung pada malam tanggal 1 Muharam, sekitar pukul 22.00 WIB.
Tanah yang diambil disimpan di Gerga (pusat kegiatan/markas kelompok Tabot bersangkutan), dibentuk seperti boneka manusia dan dibungkus dengan kain kafan putih, lalu diletakkan di Gerga. Gerga tertua di Bengkulu hanya ada dua, yaitu Gerga Berkas dan Gerga Bangsal. Keduanya telah direnovasi dan kini berwujud bangunan permanen.
Di kedua tempat tersebut, mereka memberikan sesajen berupa: bubur merah dan bubur putih, gula merah, sirih 7 subang, rokok nipah 7 batang, kopi pahit 1 cangkir, air serbat 1 cangkir, dadih (susu sapi murni yang mentah) 1 cangkir, air cendana 1 cangkir, air dan selasih 1 cangkir.

Wednesday, December 14, 2011

Kain Besurek, Batik Khas Bengkulu



Kain/Batik Besurek khas Bengkulu
Indonesia memang memiliki keberagaman adat istiadat dan budaya. Batik contohnya, hampir seluruh wilayah di Indonesia memilikinya. Tapi “lain padang lain pula belalangnya”, ungkapan tersebut terasa pas jika berbicara batik. Palembang punya songket, Jawa Barat punya piring selampat dan karang jahe, dan Bengkulu punya Kain Besurek. Ayo kita simak dan kenali batik yang satu ini untuk menambah hasanah kita soal batik nusantara.

Kain besurek adalah salah satu kain batik hasil kerajinan tradisional daerah Bengkulu yang telah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Kain besurek merupakan hasil budaya masyarakat Melayu Bengkulu, tapi pada motifnya terlihat pengaruh unsur-unsur kebudayaan Islam, yaitu motifnya yang bernuansa kaligrafi Arab. Dalam perkembangan selanjutnya motif-motif tersebut dimodifikasi dengan menambahkan raflesia, bunga kibut.

Benteng Marlborough


Benteng Marlborough. [photo : adieb_2011]
Benteng Marlborough (Fort Marlborough) merupakan salah satu obyek wisata sejarah dan budaya andalan yang dimiliki oleh Kota Bengkulu. Benteng peninggalan Inggris awal abad ke-18 ini dibangun oleh East Indian Company (sebuah usaha dagang Inggris terbesar di Nusantara waktu itu) selama kurang lebih enam tahun (tepatnya pada tahun 1713—1719) di bawah kepemimpinan Gubernur Joseph Callet ketika berkuasa di Bengkulu. Secara keseluruhan, benteng yang bangunannya menyerupai kura-kura ini berdiri di atas tanah seluas sekitar 44.100 meter persegi dan menghadap ke arah selatan.