Wednesday, December 28, 2011

Fahombo Batu Suku Nias

Tradisi Loncat Batu / Fahombo Batu dari Nias
PustakaBudaya -Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Dalam bahasa aslinya, orang Nias menamakan diri mereka "Ono Niha" (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah).

Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang. dermawan laoli Kasta : Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta).

Monday, December 26, 2011

Ngarai Sianok, Dream Land Of Sumatera

Panorama Alam Lembah Ngarai Sianok
Pustakabudaya - Lembah ini memang sungguh elok nan menawan, terletak di Gunung Singgalang - Sumatera Barat. Ngarai Sianok namanya, lembah mempesona ini berada di perbatasan kota Bukittinggi, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Diperkirakan lembah ini memanjang dan berkelok sejauh 15km, lebarnya 200m dan curam dalamnya 100 meter.

Ngarai Sianok  merupakan bagian dari patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang (patahan Semangko). Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau—hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal)—yang dialiri Batang Sianok (batang berarti sungai, dalam bahasa Minangkabau) yang airnya jernih. Di zaman kolonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai ini.

Tari Kecak dari Pulau Dewata

Tari Kecak dari Pulau Dewata Bali
Pustakabudaya - Ngomongin soal Bali, rasanya tidak ada yang tidak mengenalnya. Pulau yang berjuluk Pulau Dewata ini memang sudah dikenal luas di dunia. Malah, banyak orang luar lebih mengenal Bali daripada Indonesia-nya?


Pulau Bali memang menyimpan sejuta pesona, keberagaman penduduknya dan globalisasi tidak memudarkan budaya lokal yang terpelihara dengan baik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sebut saja salah satu seni tari yang berasal dari Bali ini yaitu Tari Kecak. Anda pernah dengar soal Kecak?

Thursday, December 22, 2011

Memaknai Hari Ibu

Hari ini tanggal 22 Desember 2011 kita memperingati Hari Ibu yang dirayakan secara nasional. Dan ternyata hari Ibu dirayakan bukan saja di Indonesia, di beberapa negara belahan dunia juga merayakan hari tersebut yang dikenal dengan Mother’s Day. Walaupun ada perbedaan hari seperti di Amerika dan Kanada merayakan Hari Ibu pada hari Minggu di minggu kedua bulan Mei, namun maknanya tetap sama.
Sejarah mencatat bahwa peran wanita dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dimulai dengan diadakannya kongres pertama organisasi-organisasi wanita di Yogjakarta pada tanggal 22 Desember 1928. Kongres perempuan ini kini dikenal dengan nama Kongres Wanita Indonesia. Organisasi perempuan sendiri sudah bermula sejak 1912 yang terilhami oleh pejuang wanita nasional seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

Saturday, December 17, 2011

Badik Makassar, Identitas Diri Orang Bugis


Badik atau Badek
Anda pernah mendengar Badik? Iya, Badik atau badek adalah pisau dengan bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar. Badik bersisi tajam tunggal atau ganda, dengan panjang mencapai sekitar setengah meter. Seperti keris, bentuknya asimetris dan bilahnya kerap kali dihiasi dengan pamor.

Menurut pandangan orang Bugis Makassar, setiap jenis badik memiliki kekuatan sakti (gaib). Kekuatan ini dapat mempengaruhi kondisi, keadaan, dan proses kehidupan pemiliknya. Sejalan dengan itu, terdapat kepercayaan bahwa badik juga mampu menimbulkan ketenangan, kedamaian, kesejahteraan dan kemakmuran ataupun kemelaratan, kemiskinan dan penderitaan bagi yang menyimpannya.

Sejak ratusan tahun silam, badik dipergunakan bukan hanya sebagai senjata untuk membela diri dan berburu tetapi juga sebagai identitas diri dari suatu kelompok etnis atau kebudayaan. Badik ini tidak hanya terkenal di daerah Makassar saja, tetapi juga terdapat di daerah Bugis dan Mandar dengan nama dan bentuk berbeda.